Headlines News :

Pengikut

Jokowi Jump Game Fenomenal Android

Sudah pada tahu kan siapa Jokowi? Itu lho gubernur Jakarta yang saat ini lagi menjadi media darling dan juga pemimpin dambaan rakyat Indonesia. Kalau dulu ada yang namanya game Jokowi-Ahok yang difungsikan sebagai media kampanye, sekarang sudah ada game baru yang sama sekali gak ada hubungannya dengan kampanye (kayaknya sih begitu). Namanya Jokowi Jump. Soalnya, isi game ini simpel. Gak ada tinju-tinjuan buat membasmi orang jahat seperti di game Jokowi-Ahok dulu.

Entah yang buat jokowi asli atau bukan. Tapi nama pengembangnya tertulis ArrayanLabs. Untuk yang ingin segera memiliki aplikasinya bisa langsung mendownloadnya di sini. Kalau sudah download langsung dimainkan ya. Yang mau lanjut baca reviewnya, ayo dibaca di bawah ini.


Sebelum baca review, download aja langsung game Jokowi-Jump di play store android atau langsung di sini download game jokowi jump. Gak tahu ya kalo di IOS dan lainnya sudah nongol apa belum.



How To Play
Simpelnya, game ini membawa karakter Jokowi yang suka blusukan. Di proyeksikan di game dengan cara Jokowi berjalan terus di kota Jakarta. Saat ada lubang, anda harus mengetuk layar supaya Jokowi bisa melompat menghindar. Saat memainkan game ini saya merasa semuanya mudah. Paling hanya tap layar saja. Ternyata dugaan awal saya salah. Semakin lama ternyata Jokowi bergerak semakin cepat. Sampai akhirnya saya jatuh ke lubang karena terlambat melompat.

Ada Bonusnya
Di tengah jalannya game, anda akan di hadapkan dengan berlian merah terbang. jika berhasil menggapainya, maka point anda akan bertambah 200 point. Lalu ada magnet yang sifatnya bukan menarik koin seperti di game temple run tapi sebaliknya. Membuat anda meloncat lebih tinggi. Hati-hati. Bisa jadi lompatan anda mendarat di tempat yang salah dan game over. Ada juga semacam kain. Jika anda melewatinya maka gerakan yang semula cepat menjadi lambat. Namun Cuma sebatas 3 detik saja. Selanjutnya kembali bergerak cepat.

Penasaran bukan bagaimana rasanya. Yuk bagi warga Jakarta yang mau mencoba memainkan gubernurnya bisa melalui game Jokowi Jump ini. download aja langsung di play store android atau langsung ke sini.

AS Suriah : Utang Minyak Di Bayar Bom

Berita heboh terkini. Sebelum membahas motif utama sebagai pokok topik artikel ini, sebaiknya menengok kembali surat Hugo Chaves, Presiden Venezuela kala itu kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagaimana dikutip oleh Lizzie Phelan, 2011. Ya. Suratnya dikirim di tengah-tengah bombardier NATO terhadap Libya dengan berbekal Resolusi PBB Nomor 1973 tentang Zona Larangan Terbang (No Fly Zone). Ia menulis: "Ada ancaman yang sangat serius terhadap perdamaian dunia. Sebuah seri baru perang kolonial yang dimulai di Libya dengan tujuan jahat untuk memulihkan sistem kapitalisme global".

Hasil diskusi terbatas di GFI, Jakarta, tentang esensi surat Chavez ke Majelis Umum PBB seperti dicuplik oleh Phelan, diperoleh dua pointres. Pertama, bahwa sistem dan ideologi kapitalis kini di ujung kebangkrutan; kedua, ada modus-modus baru dalam metode kolonial di muka bumi. Dan agaknya, kedua isyarat tadi saling bertaut, berkait serta ada sebab dan akibat tak terpisah. Lalu, dimana letak keterkaitan kedua isyarat dimaksud?



Sinyalemen Chaves bukannya mengada-ada. Betapa badai krisis ekonomi dan finansial seperti enggan berhenti menyapu negeri Paman Sam, selain ia sebagai titik inti serta awal krisis ekonomi global, termasuk negara-negara penyanggahnya. Efek domino tidak dapat dielak terutama jajaran Uni Eropa (EU). Tidak hanya ekonomi dan finansial, aspek lain seperti sosial, politik, moral dan lainnya pun diterjang. Banyak penembakan-penembakan massal di tempat umum, bahkan di pangkalan Angkatan Laut di Washington yang nota bene merupakan ksatrian militer bisa terjadi penembakan-penembakan. Ada badai, topan, serta banjir yang tak kunjung reda melanda. Bank-bank dan tidak sedikit lembaga sejenisnya gulung tikar. Ya. Sekitar 90-an bank dinyatakan ambruk. Beberapa negara bagian sepertinya mengambil sikap hendak memisahkan diri. Bahkan pusat otomotif di AS sekelas Detroit pun akhirnya colaps. Tak pelak, penganguran meningkat, unjuk rasa kian meraja lela menggugat kinerja kapitalis.

Perlu dicatat, substansi gerakan Occupy Wall Street, Occupy Melbern, dan gerakan sejenisnya yang sempat marak kemarin di banyak negara, intinya memprotes dominasi segelintir elit (1%) super kaya raya, sedang sisanya (99%) biasa-biasa bahkan banyak yang terlunta-lunta. Tata Dunia yang diawaki kapitalis sebagai ideologi unggulan pasca Perang Dingin, sepertinya tengah berdiri di ujung kehancuran.

Prof Dr Beat Bernet (21/11), pakar ekonomi Universitas Saint Gallen, Swiss, berani menyatakan bahwa dampak krisis finansial dan ekonomi EU adalah runtuhnya lembaga tersebut. Pasca krisis bank-bank dan lembaga finansial, niscaya akan memunculkan krisis politik. Dan UE di masa mendatang tidak akan bertahan dalam bentuk yang kita kenal saat ini (alias bubar). Hey, benarkah UE bakal bubar?

Ia menambahkan, hingga kini tidak ada indikasi akan ada pemulihan kondisi di Eropa bahkan sampai beberapa bulan mendatang. Indikasi yang ada justru menunjukkan sebaliknya. Menurutnya, program penghematan dan kenaikan pajak diperkirakan akan menyulut instabilitas sosial di negara-negara UE. Bahkan akan muncul kekuatan baru yang bakal mengubahnya. Sejak dibentuk hingga kini, UE belum pernah menghadapi krisis separah dan seluas saat ini. Krisis finansial dan ekonomi itu disebut bak bola salju tak terbendung. Bukan hanya sekedar krisis nilai tukar euro saja, melainkan juga akar-akar krisis tersebut begitu dalam, termasuk di antaranya masalah struktur, penurunan kekuatan bersaing dan melemahnya kekuatan finansial anggota UE.

Dosen ekonomi Eropa itu menekankan, kondisi saat ini sangat berbahaya dan dimensinya lebih luas dari yang diumumkan secara resmi. Saya tidak yakin krisis ini dapat diselesaikan dengan "payung penalang" atau dana-dana bantuan, kata Bernet. “Solusi yang dibicarakan hanya mampu menutupi permukaan masalah saja, oleh karena dasar krisisnya sangat dalam. Negara-negara yang mengeluarkan dana penyelamatan ekonomi hanya mengulur-ulur waktu. Pada hakikatnya, mata uang euro kini sudah sampai di ujung usianya”, jelas Bernet. Pertanyaan timbul, bagaimana dengan negara inti dan awal (sumber) krisis dalam hal ini AS itu sendiri? Sedangkan efek domino begitu mengerikan sebagaimana dipaparkan oleh Bernet.

Betapa ironi. Di tengah krisis multi dimensional tak kunjung usai, Paman Sam justru menyebar militernya di berbagai belahan dunia dengan aneka dalih. Ada paradoks skenario saling bertolak belakang. Di satu sisi, rakyat AS dan sekutu ingin segera ada langkah-langkah nyata perbaikan ekonomi dan penarikan seluruh pasukan, namun di sisi lain, para elit penguasa menebar teror melalui penyebaran pasukan di berbagai belahan dunia. Agaknya inilah isyarat Chaves sesuai esensi suratnya ke PBB, bahwa AS dan sekutunya hendak menggunakan “seri baru” perang kolonial guna memulihkan sistem kapitalisme yang terseok-seok menuju kehancuran. Dan jika merujuk surat Chaves, tampaknya seri baru perang kolonial tersebut telah dimulai di Libya. Apakah itu?



Utang Dibayar Bom!

Kembali pada pointers diskusi terbatas di GFI, pimpinan Hendrajit, sekurang-kurangnya telah diendus pola atau metode (seri baru) penjajahan yang hendak ditebar oleh AS dan sekutu di muka bumi, dan salah satunya adalah modus ‘utang dibayar bom’. Ya. Utang dibayar bom! Maka merujuk suratnya Chaves tentang seri baru perang kolonial berpola ‘utang dibayar bom’ telah diawali oleh Barat ketika mereka menyerbu Libya. Inilah kronologis secara sederhana.

Tak bisa tidak. Keberanian Gaddafi mencetak uang emas/dinar disinyalir merupakan titik awal. Ia menyatakan bahwa sistem transaksi minyak Libya harus menggunakan dinar, bukan uang kertas (US Dollar) seperti biasanya. Hal tersebut membuat AS dan UE geram sebab mereka berutang lebih 200 miliar USD atas minyak Libya. Secara kasuistis, gempuran Barat terhadap Libya hampir mirip dengan serbuan militer AS dan sekutu ke Irak, oleh karena salah satu penyebabnya ---meski banyak penyebab lainnya--- diawali ketika Presiden Saddam Hussein menyatakan transaksi minyaknya harus menggunakan uero, bukan dolar AS lagi. Kebijakan (rencana) Saddam tadi membuat rezim Bush Jr marah besar dan berujung invasi militer oleh AS dan sekutu ke Negeri 1001 Malam dengan isue: ‘Saddam menyimpan senjata pemusnah massal’.

Stigma bergerak. Itulah modus lanjutan yang bisa dipotret dalam invasi ilegal dimaksud. Artinya ketika di lapangan tidak ditemukan senjata pemusnah massal (bahkan hingga kini tak terbukti), maka isue pun berubah ‘melawan pemimpin tirani’. Selanjutnya tatkala Saddam berhasil digantung oleh Bush Jr, maka stigma pun diubah lagi menjadi ‘menjaga stabilitas’, demikian seterusnya. Sekali lagi, itulah sekilas cerita ‘stigma atau isue bergerak’ yang pernah dimainkan Barat ketika Saddam berkuasa, dimana hakiki stigma sejatinya hanya dalih dan pembenaran bagi pendudukan AS dan sekutu di Irak.

Kembali ke Libya. Selain daripada itu, bahwa konsesi para korporasi minyak milik Barat di Libya berakhir tahun 2012-an. Gaddafi mengatakan bahwa jika mereka tidak segera membayar utangnya dengan uang emas, maka konsesi baru akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan minyak milik Rusia dan Cina (http://libyasos.blogspot.com/). Sudah barang tentu deadline itu membuat para pemilik korporasi minyak Barat kebakaran jenggot.

Sebagaimana uraian sekilas di atas, khusus dalam prinsip dasar geopolitik (Barat), apabila suatu negara dinilai tak lagi selaras dengan kepentingan nasionalnya (dan sekutu) maka pemerintah dimaksud mutlak harus diganti, dikudeta, dan lain-lain. Singkat cerita, terbitnya Resolusi PBB Nomor 1973 tentang No Fly Zone bagi Libya yang mandatnya turun ke NATO, sejatinya ialah penerapan modus kolonial baru bertitel “utang dibayar bom”!

Dugaan GFI, sasaran metode ‘utang dibayar bom’ berikut pasca Libya diluluh-lantakan oleh NATO kemungkinan besar ialah Cina dan Jepang. Kenapa Jepang, bukankah ia sekutu dekat Paman Sam di Asia? Dalam politik, tak ada kawan dan lawan abadi tetapi kepentingan sebagai ‘tuhan’. Kalau Cina sudah jelas, selain ia merupakan kompetitor inti dalam mengkonsumsi BBM (separuh) di pasar dunia, juga dalam beberapa asymmetric warfare sebenarnya Cina lebih unggul daripada Paman Sam.

Simak utang AS kepada kedua negara tadi. Cina menguasai surat utang milik AS sebesar 1,107 triliun USD, meski September 2011 turun dibanding per Juli 2011 yang sebesar 1,173 triliun USD. Entah 2013 kini. Mungkin lebih berlipat lagi angkanya mengingat, selain ekonomi AS belum stabil, juga munculnya berbagai bencana yang tak kunjung usai menyapu kota-kota di Amerika. Sedang Jepang selain merupakan partner dagang terbesar, ia menguasai surat utang AS hingga mencapai 1,038 triliun USD (Detik.com, 02/02/2012, 08:35:56, Ini Dia Pemberi Utang Terbesar AS). Isue dan pemicunya diperkirakan sengketa Kepulauan Diaoyu/Senkaku antara Cina versus Jepang. Disinyalir AS akan kembali menerapkan metode “utang dibayar bom” seperti ia dan NATO membombardir Libya era 2011-an dulu. Sengketa kepulauan bakal dijadikan isue, pemicu sekaligus skenario utama dalam melancarkan seri baru penjajahan melalui taktik divide et impera. Adu domba negara-negara proxy.

Kembali lagi ke Syria. Hipotesa pun berkembang: apakah motif utama AS dan sekutu menyerang Syria guna menerapkan kembali modus utang dibayar bom seperti yang ia lakukan di Libya, atau (kemungkinan akan dilakukannya) terhadap Cina dan Jepang? Mari kita telaah hipotesa ini agak dalam.

Memang tak diketemukan data utang AS kepada Syria, demikian pula tidak ada utang Syria ke AS.  Sebagaimana utangnya terhadap Libya, Cina, Jepang, dan lain-lain.  Akan tetapi tagihan PBB pada AS ternyata cukup besar. Data 2010 menyebut, bahwa ia memiliki utang sebesar 1,2 miliar USD (15 Oktober 2010 17:14 wib, Fajar Nugraha – Okezone). Tidak bisa dielak, angka itu setara dengan seperempat tunggakan iuran dari keseluruhan anggota PBB. Entah sekarang. Kemungkinan lebih membengkak mengingat sistem perekonomian Paman Sam belum pulih.  Pertanyaanya: siapa bisa ‘menekan’ superpower untuk segera melunasi utangnya kecuali PBB? Inilah asumsi pembuka.

Sebagaimana dibahas bab terdahulu, Syria kini tengah merintis pembangunan pipa gas dari Irak dan Iran. Seandainya hal ini terwujud, maka Syria akan sangat kaya dan bahkan kuat karena faktor fee atas geopolitic of pipeline dan geo-strategi posisi di Jalur Sutera. Hal yang sangat dikhawatirkan oleh Israel karena saluran pipa ke Mediterania mutlak harus melalui Syria, walau outlet pipanisasi yang menuju Afrika Utara ada di Isreal dan outlet ke Eropa berada di Turki (Ceyhean), tetapi Syria merupakan “titik simpul” dari semua pipanisasi minyak dan gas di Jalur Sutera. Sekali lagi, betapa dahsyatnya pemberdayaan geopolitik Syria oleh Presiden Bashar al Assad.

Pada mapping geopolitik di Jalur Sutera telah jelas, bahwa Israel dan Turki yang ketempatan outlet saluran pipa Iran-Irak-Syria sebagaimana penandatanganan nota di Bushehr, Iran, pada 25 Juni 2011 adalah sekutu dekat Paman Sam. Maka penggulingan rezim Assad adalah langkah pasti. Tak boleh tidak. Inilah beberapa kronologis acara.

Ketika Arab Spring sukses mengoyak Tunisia, Yaman dan Mesir tetapi gagal di Syria, kualitas isue pun ditingkatkan menjadi ‘perang sipil’ yang diawaki oposisi anti-Assad didukung oleh Barat (baca: Mencermati Pola Kolonialisme di Syria dan Mesir, www.theglobal-review). Sudah tentu bumbunya adalah sektarian sebagai citarasa terlezat bagi konflik-konflik di Timur Tengah.

Dalam perang sipil pun dimunculkan goro-goro agar supaya terbit Resolusi PBB sebagaimana lazimnya di Libya, Irak, dan lain-lain. Pertama adalah tuduhan genosida (pelanggaran HAM) terhadap militer pemerintah Syria di Hawla. Isue inipun terbantah dan tak terbukti sehingga dalih humanitarian intervention PBB pun tak jadi ‘mendarat’ di Syria. Kedua, tuduhan penggunaan senjata kimia oleh militer Assad  yang hingga kini masih tarik ulur antara Rusia versus AS, meskipun Tim Pertama PBB dibawah pimpinan  Carla Del Ponte, anggota Komisi Independen untuk Penyelidikan di Syria sudah mengatakan: “Kami tidak menemukan bukti bahwa pasukan pemerintah Damaskus menggunakan senjata kimia terhadap milisi bersenjata” (Reuters, Senin 6/5/13). Silahkan dihitung, sudah berapa tahapan skenario dimulai dari Arab Spring hingga senjata kimia guna melengserkan rezim bandel ----di mata Barat--- seperti Bashar al Assad.

Kuat dugaan penulis, entah gagal atau bakal terlaksana serangan Barat ke Syria kelak, maka motif utamanya adalah utang dibayar bom sebagai metode pamungkas. Entah guna melunasi berbagai utang baik ke Cina, Jepang, maupun ke PBB, dan lainnya, inilah motif utama yang dapat dibaca. Ya. Menguasai Syria ibarat mengendalikan separuh Jalur Sutera, terutama kompensasi fee atas setiap pipanisasi disana. Teorinya ada: "Kapitalisme yang terjebak krisis akhirnya membuahkan fasisme, sedang fasisme ialah perjuangan penghabisan para monopolis kapitalis yang terancam bangkrut" (Bung Karno, 1959). Mungkin inilah jawaban atas surat Chaves dahulu. Itulah satu-satunya jalan!

Ada Peran Amerika Di Balik Kerusuhan Mesir

Penulis Amerika, Colin Cavell menyebut pernyataan tak jujur pemerintahan Obama yang mengklaim bahwa AS tak berhubungan atau mendukung kelompok politik Mesir tertentu.


"AS selalu berhubungan baik dengan militer negara itu karena merekalah yang kelak memutuskan siapa yang akan memegang kekuasaan," katanya.



AS menolak "klaim palsu" bahwa negara itu bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu di Mesir untuk "mendiktekan" bagaimana proses transisi negara itu menyusul kudeta militer yang baru terjadi.

Cavell mengatakan, "Kedua pernyataan ini, tentu saja, kebohongan yang jelas. Itu adalah bagian rutin dari diplomasi AS".

Pada Press TV hari Minggu (7/7/13), Cavell mengatakan tangan AS ada di kedua pihak yang berseteru saat ini.

"AS selalu berhubungan baik dengan militer negara itu karena merekalah yang kelak memutuskan siapa yang akan memegang kekuasaan," katanya. Menurutnya, AS terus "membimbing revolusi Mesir dari jauh."

Cavell juga mengatakan, intelijen Inggris dan Amerika sudah lama berhubungan dengan Ikhwanul Muslimin. Meski menyebut organisasi itu sebagai organisasi teroris tapi pada saat yang sama, kedua negara itu memberi dana padanya.

Pernyataan AS itu muncul setelah Farid Ismail dari sayap politik Ikhwanul Muslimin, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), mengatakan pada Reuters bahwa ElBaradei adalah "pilihan Washington," bukan pilihan rakyat Mesir.

Wajah Si Tampan Yang Dideportasi Oleh Arab Saudi

Si Tampan Yang Dideportasi Arab Saudi Ini Memang terbilang sangat Tampan Karena hal ini kalau Melihat Kebiasaan wanita Arab saudi Yang tidak Boleh Berinteraksi Dengan Lawan Jenis secara Berlebihan .

Banyak Orang Yang Memaklumi Hal ini karena Memang wajah Si Omar Borkan Al Gala ini memang Tampak dan Layak dideportasi karena ditakutkan akan mengganggu syahwat para wanita arab saudi

penasaran Bagaimana sebenarnya foto Si Tampan Itu Silakan check dibawah ini

Wajah Si Tampan Yang Dideportasi Oleh Arab Saudi

Wajah Si Tampan Yang Dideportasi Oleh Arab Saudi2Wajah Si Tampan Yang Dideportasi Oleh Arab Saudi3Wajah Si Tampan Yang Dideportasi Oleh Arab Saudi4
Bagaimana Menurut anda Tentang si Tampan diatas ? Apakah Masih Kalah Dengan Ketampanan anda ?

Kontroversi Upah Buruh Jakarta Ala Jokowi

Kontroversi Upah Buruh Jakarta Ala Jokowi  ini sudah Lama menjadi Perbincangan Hangat didunia Bisnis. Karena Upah merupakan Sesuatru Yang sangat Vital Di era Modern Saat ini.

Inilah Sedikit Kisah Tentang Upah buruh dan Kehidupan Buruh Di jakarta ibukota Indonesia. Meski hari itu tanggal tua, para buruh bersemangat memilih lauk kesukaan mereka. Seorang buruh, Jamal, 40 tahun, menyantap sepiring nasi penuh sayur, ikan, dan tahu. Plus sambal dan kerupuk.  "Kalau di sini, makan Rp8 ribu saja sudah kenyang," kata Jamal kepada VIVAnews.

Jamal agak lega sekarang. Dulu upahnya Rp1,5 juta sebulan, dan bila tanggal tua dia harus berhemat kalau makan. Soalnya, dia punya tiga anak di rumah. Dia dan istrinya juga berusaha agar dapur mereka tetap ngebul.

Kini setelah perusahaannya menerapkan gaji buruh sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) baru DKI Jakarta sebesar Rp2,2 juta, Jamal sudah bisa menabung. Ia bermimpi tiga anaknya harus sekolah sampai perguruan tinggi. "Selagi ada harapan dan niat, rezeki pasti tidak akan ke mana," ucapnya.

Sebelum UMP DKI Jakarta naik, warga Bekasi Timur ini kerap pusing.  Upahnya habis buat membayar utang. "Gaji satu bulan hanya bisa menutup lubang agar bisa saya gali kembali," kata dia. Jika sedang tak punya uang, dia hanya minum, dan kadang minta bekal bawaan teman kerjanya. Istri Jamal bahkan harus banting tulang jadi buruh cuci.

Dia, dan juga para buruh di DKI, kini merasakan dampak kebijakan Gubernur DKI Joko Widodo. Berkat Jokowi, perusahaan tempat Jamal bekerja menaikkan standar gaji karyawan. Jumlahnya sesuai upah minimum di DKI yaitu, Rp2.216.243. Angka itu disesuaikan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jakarta, Rp1,970.000.

UMP Ditangguhkan

Tapi rupanya tak semua pekerja sempat menikmati kebijakan upah baru Jokowi, yang diputuskan November tahun lalu itu. Hingga bulan keempat 2013 masih banyak buruh di Jakarta yang gajinya belum sesuai upah baru.

Ternyata, ada delapan perusahaan yang minta kenaikan upah ditunda ke Gubernur Jokowi. Dan sang gubernur pun setuju. Tapi sejumlah kalangan, antara lain Tim Advokasi Buruh untuk Upah Layak, protes atas penundaan itu.  [Baca juga alasan pengusaha di Bagian 3: Saat Investor Terbang Lepas dari Jakarta?]

Maruli T. Rajagukguk, salah seorang anggota tim  advokasi mengaku organisasinya mencium praktik curang sejumlah pengusaha dalam mengajukan penundaan naiknya upah. Tim itu, misalnya, menemukan adanya tekanan terhadap buruh. Pekerja, kata dia,  diancam PHK agar bersedia meneken surat penundaan penetapan UMP di perusahaan.

Maruli mengatakan sudah melaporkan soal itu ke Jokowi pada 6 Februari 2013 lalu. Tapi belum ada hasil.

Budi Wardoyo, dari Sekretariat Bersama Buruh (SBB), menyayangkan keputusan Jokowi mengabulkan penangguhan upah buruh tanpa ada pemberitahuan atau audit bersama.

Seharusnya, kata Budi, pemerintah bersama pengusaha melakukan audit dengan persetujuan serikat atau perwakilan buruh. "Mekanisme penangguhan upah buruh belum diakui bersama, tapi tiba-tiba Jokowi langsung mensyahkan penangguhan upah," kata Budi.

Menurut dia, buruh tak akan memaksa jika perusahaan tak sanggup menggaji lebih. Tapi Budi melihat saat ini banyak perusahaan besar yang ikut dikabulkan penangguhannya.

Kecurigaan Budi kian kuat setelah banyak pengusaha mengajukan penangguhan, tapi mereka membangun pabrik baru. Pabrik ditutup, dibangun lagi di tempat  lain. Tak hanya itu, pengusaha juga merekrut besar-besaran karyawan serta membeli mesin baru. Perusahaan, dia melanjutkan, tak mau jujur karena takut ketahuan mereka untung besar.

Jokowi Digugat

Itu sebabnya, Tim Avokasi Buruh untuk Upah Layak menggugat Jokowi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, Senin, 22 April lalu. Mantan wali kota Solo itu diadukan ke PTUN karena telah memberi persetujuan penundaan UMP pada delapan perusahaan.

Jokowi dianggap melanggar Pasal 90 UU No 13/2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam pasal ini diamanatkan cara dan proses penangguhan upah. Ini diperkuat Keputusan Menakertrans No. 231/2003 tentang tata cara penangguhan pelaksanaan UMP.

Lewat gugatan itu, buruh berharap surat keputusan penangguhan UMP dibatalkan. Mereka juga menuding, ada pejabat Disnakertrans yang bermain di belakang rekomendasi penundaan upah itu. "Kami menuntut uji publik soal keputusan itu, lalu dicabutnya Pergub No 42 2007 yang diajukan sebagai dasar penetapan UMP," kata Maruli. Jika kalah, mereka bertekad meneruskan gugatan ini hingga ke tingkat kasasi.

Budi Wardoyo menambahkan, bila tuntutan buruh kandas di pengadilan, mereka akan kembali turun ke jalan. "Kami akan lebih militan dengan cara-cara lebih keras, seperti menutup jalan tol," kata Budi.  Rencananya 1 Mei nanti, pada Hari Buruh Internasional atau May Day, mereka akan berdemo besar-besaran.

Serba Salah

Gubernur Jokowi meyakini penangguhan UMP sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Penangguhan atau keringanan itu diberikan kepada para pengusaha yang tak mampu membayar upah buruh sesuai hasil penetapan UMP DKI 2013.

Ia menjelaskan, amanat UU No 13 Tahun 2013 mengatur hak perusahaan mengajukan keberatan karena tak mampu membayar upah buruh sesuai penetapan UMP. Tapi dia mengaku saat ini berada dalam posisi sulit. "Jika UMP dipaksa ditetapkan saya digugat pengusaha. Bila ditunda penetapannya, buruh yang gugat,” kata Jokowi.

Dia mengatakan keputusan itu telah mempertimbangkan semua kepentingan, pengusaha maupun buruh. "Keuangan perusahaan itu sudah diaudit. Jadi tidak awur-awuran. Bukan tidak senang atau senang," katanya.

Kontroversi Upah Buruh Jakarta Ala Jokowi

Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Deded Sukendar, menduga ada pihak menunggangi kepentingan buruh. Dia menyebut serikat pekerja telah membuat situasi tidak kondusif. "Karena serikat pekerja itu hidup dari buruh," kata Deded.

Dia membantah telah mempermudah pengusaha menunda penerapan UMP ini. Dia mengungkapkan, di DKI ada 30 ribu lebih perusahaan. Sebanyak 435 perusahaan mengajukan penangguhan, dan yang dikabulkan hanya delapan perusahaan. Sebagian besar perusahaan mengajukan penangguhan adalah perusahaan padat karya seperti industri garmen.

"Pada dasarnya mereka perusahaan padat karya yang mendapat prioritas dari lima kementerian," kata Deded. Sesuai Peraturan Gubernur, perusahaan dengan 1.000 karyawan ke bawah, keputusan penangguhannya ditentukan oleh dinas. Sedangkan perusahaan dengan 1.000 karyawan ke atas diputuskan oleh gubernur. "Jadi 40 perusahaan ditangguhkan oleh dinas, dan 8 perusahaan oleh gubernur."

Jumlah itu kalah jauh dibandingkan dengan Jawa Barat dan Banten. Kedua provinsi itu memberikan penangguhan kepada 100 hingga 250 perusahaan. Setelah enam bulan, delapan perusahaan itu akan dievaluasi ulang. Jika masih rugi, maka akan diaudit kembali.

Deded tak menyangka kenaikan Rp700 ribu di UMP 2013, akan membuat posisinya jadi sulit. Pada awal UMP ditetapkan, gelagat perlawanan datang dari kubu pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang akan mengajukan gugatan. "Tapi sekarang malah buruh yang menggugat," ucap dia.

Penangguhan upah minimum ini toh tak menghentikan niat 90 perusahaan hengkang dari Jakarta. Para pengusaha yang mau minggat itu sudah melapor ke Polda, dan ke Kementerian Polhukam. Mereka banyak juga yang memindahkan pabrik ke daerah luar Jakarta.

Ada juga yang ke luar negeri, seperti ke Vietnam. Sebab, di sana dianggap lebih menguntungkan. "Upah minimum di Vietnam jika dirupiahkan hanya Rp1.225.000," kata Deded.

Bagaimana menurut anda Tentang Kontroversi Upah Buruh Jakarta Ala Jokowi  ini ? Apakah Ada Potensi Untuk Berkembang Jakarta ?

 

Unik

Berita Unik
Copyright © 2011. Berita Heboh Terkini - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger